Makalah : Menyingkap Interpretasi Sunnah dan Bid'ah dalam Konteks Amalan Salafussholeh
Pendahuluan
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, Yang telah mengutus Nabi dan Rosul-Nya menjadi penunjuk jalan bagi semesta alam sesuai dengan fitrah dan karakteristiknya masing-masing agar menjadi makhluk yang paling mulia di sisi-Nya.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan ke Haribaan Nabi Muhammad saw, yang telah menyampaikan risalah dengan sempurna, terang, gamblang dan tak akan hilang. Sunnahnya menjadi pijakan bagi semua yang mengikutinya untuk dipraktikkan dalam kehidupannya menuju kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat.
Sunnah dan bid’ah adalah dua kata yang saling berhadap-hadapan dalam memahami ucapan-ucapan Rasulallah saw. Masing-masing tidak dapat ditentukan batas-batas pengertiannya, kecuali jika yang satu sudah ditentukan batas pengertiannya lebih dulu. Tidak sedikit orang yang menetapkan batas pengertian bid’ah tanpa menetapkan lebih dulu batas pengertian sunnah.
Pergaulan Remaja dan Munculnya Westernisasi
Pada dasarnya banyak hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya yang kompleks untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Khususnya remaja, dimana masa ini menjadi masa
Peran Islam dalam Budaya (bagian 2)
Peran Islam dalam Budaya (bagian 2)
Setelah panjang lebar saya menjelaskan tentang budaya yang merupakan jati diri sebuah bangsa, bagaimana perkembangan agama dan budaya Islam di Indonesia, serta bagaimana peran wali songo dalam proses islamisasi di Indonesia. Kali ini saya akan membahas Islam dari sisi ke-fleksibilitas-annya yang menjadikan Islam mudah diterima oleh siapapun dan dimanapun.
Islam merupakan agama yang fleksibel, lentur (mudah dibengkokkan), luwes (mudah menyesuaikan). Yakni agama yang lentur, mudah menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Namun fleksibelitas Islam bukan berarti syari'at Islam itu selalu berubah-ubah dan berganti menurut keadaan, waktu dan tempat, akan tetapi maknanya adalah Islam mencakup seluruh kemaslahatan ummat baik di dunia atau di akhirat tanpa menghilangkan nash-nash (konteks) yang ada.
Pengaruh Westernisasi Terhadap Pendidikan di Indonesia
Pengaruh Westernisasi Terhadap Pendidikan di Indonesia
Sepertinya, kata "taghrib" atau westernisasi sudah tidak asing lagi kita dengar. Di Indonesia –menurut penulis- westernisasi merupakan suatu masalah yang perlu dicermati bersama, karena westernisasi yang bermula pada sekitar abad ke-19 merupakan arus besar dalam dimensi politik, sosial, kulturbudaya, pengetahuan dan dimensi-dimensi lainnya untuk mengubah karakter kehidupan bangsa-bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khususnya menjadi paham-paham barat.










