Segenap Crew Radio Da'wah Himmah Yaman Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul ِAdha 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Menghadapi Cobaan *

Dibuat pada 19 September 2011


Dunia ini adalah ladang cobaan bagi manusia yang hidup di dalamnya. Tak seorangpun manusia di dunia ini yang akan bisa terhindar dari cobaan dan musibah dari Allah SWT. Jika kita lihat sekilas mungkin cobaan terasa pahit bagi yang merasakannya. Tapi  mengapa kita dicoba?  apakah cobaan itu cuma-cuma tanpa ada harga dan balasan apapun dari Sang Khalik Allah SWT? Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita mendapatkan musibah atau cobaan.

Sebelumnya perlu kita ingat kembali bahwa Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan". QS Al-Baqarah : 155

Dari ayat ini Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa dunia ini adalah ladang cobaan, dan kita akan diuji keimanan kita dengan diberikan rasa takut dari serangan musuh, diberikannya rasa lapar karena tiada makanan, kekurangan harta atau kemiskinan, kekurangan buah-buahan, juga rasa sakit dan kematian saudara dan orang-orang terdekat kita. Dengan tujuan, apakah kita tetap beriman, apakah kita akan tetap bersikukuh untuk tetap lurus dijalan Allah dan tetap bertakwa pada Allah SWT ataukah cobaan itu malah akan membuat kita berpaling dari agama Allah SWT dan membuat kita meninggalkan syari'at-Nya?

Allah-pun berfirman dalam terusan ayat tersebut:


وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156)

"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" yang artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali ". QS Al-Baqarah : 155-156

Itulah yang harus selalu kita ingat ketika kita sedang dicoba oleh Allah SWT. Bahwa tidak semua cobaan yang menimpa kita didunia ini adalah sebagai tanda kebencian Allah SWT kepada kita, tapi cobaan itu adalah tanda kasih sayang Allah SWT pada kita, untuk mengurangi dosa yang pernah kita perbuat. Bukankah Rasulullah SWT telah bersabda:

مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا

"Tiada musibah yang menimpa seorang muslim, kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lain, meskipun berupa duri yang menusuknya ".

Ketika kita diberi cobaan itu adalah tanda bahwa Allah sayang pada kita, karena dengan musibah tersebut dosa-dosa yang pernah kita lakukan akan dihapus oleh Allah SWT, jika kita tak punya dosa maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai kebaikan yang dapat mengangkat derajat kita disisi Allah SWT. Apalagi jika kita bisa bersabar sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan dalam ayat diatas, maka akan bertambah pula pahala yang akan kita dapatkan dari cobaan yang kita hadapi ini.
Lalu seperti apa tanda orang sabar? Dalam ayat tadi disebutkan:

" Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" ".

Ketika musibah menerpa, alangkan indahnya jika kita membaca istirja'. Tentu tidak asing kita mendengar bahwa istirja'  mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun ", mempunyai kemujaraban dan fadhilah. Fadhilahnya adalah bahwa yang membacanya akan mendapatkan rahmat dan keberkatan yang sempurna dari Allah SWT seperti yang tercantum dalam ayat setelahnya:

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

"Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" . QS Al-Baqarah : 157

Sedangkan kemujarabannya, maka telah diuji coba oleh beberapa sahabat Rasulullah SAW, diantaranya adalah sahabat perempuan yang bernama Ummu Salamah RA. Suatu ketika ia mendengar dari Rasulullah SAW bahwa  " Barang siapa yang ditimpa musibah kemudian dia mengucapkan  "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" dan berdo'a " Ya Allah, berilah aku pahala dari musibahku ini, dan gantikanlah dengan yang lebih baik ", Maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik ". Ketika suaminya yang dikenal bernama Abu Salamah meninggal, ia-pun mengucapkan do'a tersebut. dan berkata " Siapa yang lebih baik dari Abu salamah, sedangkan dia adalah kepala keluarga pertama yang berhijrah bersama Rasulullah SAW? ". Beberapa saat kemudian, Rasulullah-pun mengutus Hathib bin Abi balta'ah ke rumahnya untuk melamarnya sebagai istri Rasulullah SAW. Ternyata benar, Allah SWT menggantikan musibah yang menimpa Ummu salamah dengan yang lebih baik dari Abu salamah, yaitu Rasulullah SAW.

Saat kita kehilangan suatu benda, ingatlah bahwa itu adalah musibah dari Allah SWT untuk menguji kita, apakah kita tetap di jalan-Nya yaitu dengan bersabar, dan merelakannya karena itu bukan rizki kita. Saat kita tak punya uang, maka ingatlah bahwa itu adalah ujian dari Allah SWT apakah kita tetap di jalan Allah dan bersabar, sehingga kitapun tetap berusaha untuk mencarinya dengan jalan halal. Saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai, ingatlah bahwa itu adalah cobaan untuk menguji kita apakah kita tetap dalam keimanan dengan bersabar dan terus berdo'a semoga Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik.

Bersabar bukanlah hal yang mudah, tapi kita bisa memilih dan membandingkan, apakah kita mau bersabar, sehingga kita akan mendapatkan pahala serta derajat disisi Allah SWT di akherat nanti? Ataukan kita akan mengeluh dan menjauh dari keimanan, sehingga kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kita inginkan, dan akhirnyapun di akhirat nanti kita menjadi sengsara? Tapi, begitu mudahnya sabar itu didapatkan oleh orang yang telah Allah beri petunjuk. Semoga Allah senantiasa menjadikan kita sebagai orang-orang yang diberi petunjuk, sehingga kita mudah untuk menjadi mukmin penyabar. Amin yarobbal 'alamin

*ummu aly & abdur rahman

Tulis Komentar


Kode keamanan
Segarkan